Bawaslu Pelalawan Konsolidasi Demokrasi ke PDIP, Dorong Pendidikan Politik dan Penguatan Kepatuhan SIPOL
|
Pangkalan Kerinci - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pelalawan melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Pelalawan di Kantor DPC PDIP Kabupaten Pelalawan, Selasa (30/6/2026).
Kedatangan rombongan Bawaslu Pelalawan disambut langsung oleh Ketua DPC PDIP Kabupaten Pelalawan, Syafrizal, bersama jajaran pengurus dan anggota DPC PDIP Kabupaten Pelalawan.
Dari pihak Bawaslu Pelalawan hadir Ketua Bawaslu Kabupaten Pelalawan Andrizal, didampingi Anggota Bawaslu Kabupaten Pelalawan Ari Nugroho Susanto dan Rida Nur Kisawan.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Pelalawan, Syafrizal, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bawaslu Pelalawan yang dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat komunikasi antara penyelenggara pemilu dengan partai politik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Pelalawan atas kunjungannya. Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi yang sangat bermanfaat bagi kami dalam meningkatkan pemahaman terhadap regulasi kepemiluan dan penguatan demokrasi," ujar Syafrizal.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Pelalawan, Andrizal, menjelaskan bahwa kegiatan konsolidasi demokrasi merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam memperkuat pendidikan politik kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk partai politik.
"Maksud dan tujuan kami hadir di PDIP adalah menyampaikan pendidikan politik untuk mewujudkan demokrasi yang ideal. Selain itu, kami juga mengimbau agar PDIP dapat melakukan Pemutakhiran Data Partai Politik (PDPP) melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku," kata Andrizal.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Pelalawan, Ari Nugroho Susanto, memaparkan hasil pengawasan Bawaslu terhadap proses Pemutakhiran Data Peserta Partai Politik (PDPP) PDIP pada aplikasi SIPOL yang telah ditelaah bersama KPU Kabupaten Pelalawan.
Selain itu, Ari juga menjelaskan sejumlah dinamika terbaru dalam penyelenggaraan pemilu, mulai dari putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pemisahan pemilu nasional dan pemilu lokal, ketentuan ambang batas parlemen (parliamentary threshold), pemenuhan keterwakilan perempuan minimal 30 persen beserta sanksinya, sistem proporsional terbuka dan tertutup, hingga berbagai dinamika pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pemilu maupun pilkada.
"Kami menyampaikan hasil pengawasan terhadap PDPP PDIP di SIPOL yang telah kami telaah bersama KPU. Selain itu, kami juga memberikan gambaran mengenai berbagai dinamika regulasi kepemiluan yang perlu menjadi perhatian partai politik dalam menghadapi tahapan pemilu mendatang," jelas Ari.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Kabupaten Pelalawan, Rida Nur Kisawan, memperkenalkan jajaran Bawaslu Pelalawan sekaligus menjelaskan program konsolidasi demokrasi yang sedang digencarkan oleh Bawaslu.
Menurutnya, pendidikan politik menjadi salah satu fokus utama mengingat tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada mengalami penurunan. Ia juga menyoroti praktik politik uang yang hingga kini masih menjadi persoalan serius serta sulit dibuktikan dalam proses penanganan pelanggaran.
Rida turut mengungkapkan bahwa hasil uji petik dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) masih menemukan cukup banyak data pemilih yang telah meninggal dunia namun masih tercantum dalam daftar pemilih. Selain itu, pihaknya masih menunggu pembaruan Undang-Undang Pemilu dan Undang-Undang Pilkada yang dinilai sudah tidak lagi sepenuhnya relevan dengan perkembangan dinamika kepemiluan saat ini.
"Bawaslu Kabupaten Pelalawan saat ini sedang gencar melaksanakan pendidikan politik karena partisipasi pemilih pada Pilkada menunjukkan tren menurun. Di sisi lain, praktik politik uang masih menjadi persoalan yang sulit diungkap. Kami juga masih menemukan data pemilih meninggal dunia dalam uji petik PDPB, sehingga perlu menjadi perhatian bersama. Kami berharap pembaruan Undang-Undang Pemilu dan Pilkada segera dilakukan agar lebih sesuai dengan dinamika yang berkembang," ujar Rida.
Kegiatan konsolidasi demokrasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara jajaran Bawaslu Kabupaten Pelalawan dengan pengurus DPC PDIP Kabupaten Pelalawan. Berbagai isu kepemiluan, penguatan kelembagaan partai politik, serta upaya bersama dalam menciptakan pemilu yang demokratis, berintegritas, dan berkeadilan menjadi topik utama yang dibahas dalam suasana yang terbuka dan konstruktif.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pelalawan berharap sinergi dengan partai politik terus terjalin guna meningkatkan kualitas demokrasi, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi kepemiluan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam setiap penyelenggaraan pemilu dan pemilihan di Kabupaten Pelalawan.
Penulis dan Foto: Cynthia Desmara
Editor: Ari Nugroho Susanto