Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Pelalawan Siapkan Penguatan Pemahaman bagi Penyandang Disabilitas

foto

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Pelalawan, Rida Nur Kisawan, menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan Penguatan Pemahaman tentang Pengawasan Pemilu bagi Penyandang Disabilitas yang akan digelar pada awal Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan upaya Bawaslu Kabupaten Pelalawan dalam mendorong keterlibatan pemilih disabilitas sebagai bagian dari pengawasan partisipatif guna mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang inklusif, demokratis, dan berintegritas.

Pangkalan Kerinci - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pelalawan terus berupaya memperkuat pengawasan partisipatif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Sebagai wujud komitmen tersebut, Bawaslu Kabupaten Pelalawan akan menggelar kegiatan Penguatan Pemahaman tentang Pengawasan Pemilu bagi Penyandang Disabilitas yang direncanakan berlangsung pada awal Agustus 2026.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman penyandang disabilitas mengenai pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu. Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Pelalawan mendorong keterlibatan pemilih disabilitas agar tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga turut berpartisipasi aktif dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan pemilu.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Pelalawan, Rida Nur Kisawan, mengatakan bahwa pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Kami berharap sahabat-sahabat pemilih disabilitas turut menjadi bagian dari Pengawas Pemilu di setiap tahapan pemilu yang berjalan. Keterlibatan aktif masyarakat akan semakin memperkuat pengawasan partisipatif sehingga pelaksanaan pemilu dapat berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas,” ujar Rida.

Rida menambahkan, Bawaslu Kabupaten Pelalawan akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepemiluan kepada berbagai kelompok masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik dalam pengawasan pemilu.

“Edukasi tentang kepemiluan dan pengawasan partisipatif akan terus kami lakukan kepada kelompok-kelompok masyarakat. Kami ingin semakin banyak masyarakat yang memahami hak, kewajiban, serta perannya dalam mengawal setiap tahapan pemilu,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pelalawan berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat dengan komunitas penyandang disabilitas dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang inklusif, partisipatif, dan berintegritas demi terciptanya demokrasi yang berkualitas.

Penulis : Gissela Putri

Editor : Silfania Nigellia