Akademisi dan Bawaslu Pelalawan Perkuat Sinergi Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif
|
Pangkalan Kerinci - Akademisi memiliki peran penting dalam memperkuat kualitas demokrasi melalui penelitian, kajian ilmiah, serta pengembangan gagasan konstruktif terhadap proses kepemiluan dan tata kelola pemerintahan. Melalui penelitian akademik, berbagai persoalan demokrasi dapat dianalisis secara objektif sehingga mampu memberikan masukan bagi penguatan sistem pengawasan, penegakan hukum pemilu, serta peningkatan partisipasi masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan demokrasi, Dosen Institut Keislaman Tuah Negeri, Hermantoni, melakukan audiensi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pelalawan. Pertemuan tersebut menjadi sarana pengembangan kajian akademik sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga demokrasi dalam membangun sistem pemilu yang lebih transparan, berintegritas, dan berkeadilan.
Dalam kunjungan tersebut, Hermantoni menyampaikan dukungannya terhadap program pengembangan pengawasan partisipatif yang dijalankan oleh Bawaslu. Menurutnya, pengawasan partisipatif memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan perlu dilaksanakan tidak hanya pada masa tahapan pemilu, tetapi juga pada masa non tahapan.
“Pengawasan partisipatif sangat penting karena menjadi bentuk keterlibatan masyarakat dalam menjaga proses demokrasi agar tetap berjalan sesuai aturan dan prinsip keadilan,” ujar Hermantoni.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Pelalawan, Rida Nurkisawan, menyambut baik kunjungan dan audiensi yang dilakukan pihak akademisi tersebut. Ia berharap pertemuan itu dapat menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih luas antara Bawaslu dan perguruan tinggi.
“Dengan adanya pertemuan ini, kami berharap ke depan dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang mampu mendorong kemajuan lembaga maupun perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan demokrasi dan pendidikan kepemiluan,” ungkap Rida Nurkisawan.
Penulis: Cynthia Desmara
Editor: Rida Nurkisawan