Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Pelalawan Gelar Ngabuburit Pengawasan, Merajut Partisipasi dan Menguatkan Konsolidasi Demokrasi

Ngabuburit Pengawasan

Kegiatan Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Kabupaten Pelalawan yang berlangsung di ruang terbuka Zpark Pangkalan Kerinci Skyland. Terlihat Dr. H. Sudur, S.Fil.I., M.Pd menyampaikan tausiyah didampingi jajaran serta peserta yang hadir.

Bawaslu Kabupaten Pelalawan menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan dengan tema “Merajut Partisipasi, Menguatkan Konsolidasi Demokrasi” pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di Zpark Pangkalan Kerinci Skyland. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat sinergi antara pengawas Pemilu dan masyarakat dalam membangun demokrasi yang berintegritas, khususnya di bulan suci Ramadan.

Acara secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pelalawan, Andrizal. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Nanang Wartono, S.H., M.H (Anggota Bawaslu Provinsi Riau), serta jajaran Pimpinan dan Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pelalawan. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan dan penguatan koordinasi antar-tingkatan kelembagaan dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Dalam sambutannya, Andrizal menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan kunci dalam mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil.

“Pengawasan tidak bisa berjalan sendiri. Partisipasi masyarakat adalah kekuatan utama dalam menjaga integritas demokrasi. Melalui kegiatan ini, kita ingin merajut kebersamaan dan menguatkan konsolidasi agar setiap tahapan Pemilu berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi melalui peran aktif dalam pengawasan.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Dr. H. Sudur, S.Fil.I., M.Pd, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, menyampaikan bahwa menurut Imam Ghazali, agama dan negara adalah dua bersaudara; agama menjadi fondasi, sedangkan negara menjadi pengawalnya. Tanpa pengawalan, sesuatu akan menjadi sia-sia.

“Jika agama adalah fondasi, maka negara adalah pengawal. Begitu juga dalam Pemilu, tanpa pengawasan yang kuat, tujuan menghadirkan keadilan akan sulit tercapai. Melakukan pengawasan untuk mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil adalah bagian dari tanggung jawab moral kita bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa apabila Bawaslu sukses melakukan sosialisasi dan menjalankan tugas pengawasan dengan baik, maka akan tercipta masyarakat yang bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Menurutnya, seorang pengawas membutuhkan komitmen serta rasa tanggung jawab yang tinggi.

“Pengawas harus bekerja dengan komitmen, tanggung jawab, dan tidak boleh terpengaruh oleh emosi maupun perasaan. Semua harus berpijak pada aturan dan prinsip keadilan,” tegasnya.

Kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi demokrasi di Kabupaten Pelalawan serta menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya peran pengawasan dalam setiap tahapan Pemilu. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan, Bawaslu Kabupaten Pelalawan berkomitmen terus hadir sebagai pengawal demokrasi yang profesional dan berintegritas.

Penulis dan Foto: Cynthia Desmara

Editor: Andrizal